resolusi 2013

Posted in umum on 9 January 2013 by untukraia

ga terasa udah januari 2013, secara umur bertambah tapi hakekatnya jatah didunia berkurang, tanggung jawab semakin besar sebagai seorang anak, suami serta ayah, tapi gw akan tetap enjoy ngejalanin hidup ini, banyak yang bikin gw enjoy, ada istri, anak, ortu, kakak, sodara, sohib2.

meskipun januari udah masuk pertengahan, tapi ga ada salahnya kalo gw bikin resolusi untuk 2013 *telat banget sich, tepok jidat :p

pasal 20 ayat 1 kitab undang-undang pengkhayal, apapun yang anda impikan untuk anda raih, masukkan dalam otak, tampakkan dalam visualisasi gelombang otak, action  *hehehe… udah kaya orang bener, langsung aja resolusi gw tahun ini :

1. Beli Motor

2. Beli Rumah

3. Pergi Haji sama Istri

4. Bikin Usaha Makanan & Susu

5. Inverstasi

top markotop… kalo kata pa Bondan Winarno, kalo kata Ippho Santosa… Right…?

ga ada salahnya gw masukin 5 point diatas sebagai resolusi gw tahun ini, gila, nyeleneh, ngimpi, banyak maonya… mungkin itu kata yang tepat ketika orang lain ngeliat resolusi gw, tapi gw yakin, gw bisa…bisa…bisa…, setidaknya gw bisa menuliskan itu didalam otak gw dan blog gw ini.

sekian dulu coret-coretan gw diawal 2013 ini, semoga akan menjadi pendorong semangat untuk terus maju, jaya, sentosa… hahaha… udah kaya nama toko bangunan…

Piss & Love

GN1,09012013

Advertisements

status FB Ust. M. Arifin Ilham

Posted in Uncategorized on 3 July 2012 by untukraia

Org yg berbahagia adalah org yg faham u apa hidup di dunia ini, TUJUAN hidup hanya mencari Ridho ALLAH (QS 98:5), PERANAN hidup sbg kholifah (QS 2:30), TUGAS hidup mengabdi pada ALLAH (QS 51:56), PEDOMAN hidup adalah Alqur’an (QS 2;2), TELADAN hidup adalah nabi Muhammad saw (QS 33:21), SAHABAT hidup adalah org2 beriman (QS49:10), ALAT hidup adalah harta, tahta & semua potensi (QS 28:77), MUSUH hidup adalah syetan (QS 36:60). “Sesungguhnya kehidupan di dunia ini adalah KESENANGAN SEMENTARA, & Sesungguhnya kehidupan akhirat adalah “daarul qoroor” RUMAH SELAMA LAMANYA” (QS 40:39). SubhanALLAH, kini sudah jelas u apa hidup sesaat ini, sahabatku, “Semoga ALLAH menancapkan kekuatan iman di hati kita & kesenangan taat di tengah glamor godaan dunia ini…aamiin”

 

*) saya copy dari status FB Ust M Arifin Ilham tgl 03072012.

ikhlas adalah kunci…

Posted in loVe on 1 June 2012 by untukraia

 

jumat, satu juni dua ribu dua belas

 

berpegang kau pada rantai keyakinanmu

mengikuti aliran hatimu menggapai cinta

kau lepaskan mahkota karirmu demi kemulian hidupmu

tanda cinta terdalammu untuk bagian hidupmu

 

lembar rupiah kau tukar dengan butiran keringat

kau hembuskan semangat cinta untuk kami

kau pelajari setiap mozaik-mozaik hidupmu

lewati tantangan tuk dapatkan yang terbaik

 

episode berbeda akan kita lewati bersama sayang

jangan pernah lelah belajar

jangan pernah lelah berusaha

jangan pernah lelah berdoa

 

kita hadapi indahnya hidup yang Allah SWT berikan

ikhlas adalah kunci untuk kita menikmati indahnya hidup

akan kuberikan yang terbaik untuk bidadari-bidadariku

sebagai rasa syukurku atas bidadari-bidadari yang telah Allah SWT ciptakan untukku.

 

indahnya hidup adalah indahnya keluarga

cintaku untuk kalian…

 

GN1, 01062012

first DSLR…

Posted in personal, umum on 1 May 2012 by untukraia

sudahcukup lama gadget ini saya incer, dari jaman kuliah sampai sekarang, bukan berarti ga mampu beli tapi memang karena ada kebutuhan yg lebih penting, tapi akhirnya nich gadget bisa “mendarat ditangan” saya alias saya miliki.

dulu pernah punya kamera tapi itu cuma kamera digital pocket “Jenoptik”, bingung yach? merek kameranya asing banget dikuping, kamera itu cuma buat mengabadikan moment-moment iseng aja.

saya termasuk newbie dalam photography, masih harus belajar banyak tentang pencahayaan, tapi dengan kamera DSLR pertama saya ini, saya harap saya bisa mengabadikan moment-moment indah bersama keluarga.

Canon EOS 550D Reber T2, yaappp setelah sekian lama akhirnya saya bisa menggenggam si kamera, ga pake lama, akhirnya saya coba jepret-jepret untuk menghilangkan penasaran saya, nich hasilnya :

stay stoned

with nikon D80

photo ini hasil jepretan saya dengan menggunakan kamera Nikon D80 milik teman, untuk shutter speed dan aperture nya saya lupa, ini saya ambil di sebuah sungai di Banjanegara, Jawa Tengah.

almira looking to side

with Canon 550D

sedangkan photo ini saya ambil dari hasil DSLR pertama saya, Canon 550D dengan lensa Canon EF-S 18-55mm, Shutter speed 1/60, AF5.0, lokasi di Taman Asri, Tangerang Selatan.

saya masih terus belajar cara “jepret” yang benar dan tehnik pencahayaan yg benar, mohon informasi dan share knowledge nya.

saya akan posting jepretan jepretan selanjutnya…

GN1, 02052012

Love u so…

Posted in loVe on 25 April 2012 by untukraia

Tidak tau harus memulai dari mana, karena terlalu banyak rasa kagumku, terlalu berlebih rasa cintaku terhadap beliau… banyak hal yg memacuku hingga aku menjadi diriku saat ini, itu pun karena beliau… keinginanku untuk  menjadi yg terbaik, itupun karena beliau… menghargai seorang wanita, itupun karena beliau… cinta dan kasih sayangku terhadap istri dan anakku, itupun karena aku belajar dari beliau… sangat teramat banyak beliau meng-inspirasi kehidupanku…

Hingga saat ini ia terbaring di rumah sakit, belum banyak hal yang bisa aku berikan untuknya. Minggu 22 April 2012, beliau terkena stroke yang kedua kalinya, kali ini tangan dan kaki kirinya tak mampu ia gerakan, tetapi aku yakin dengan sebesar-besarnya keyakinanku kepada Allah SWT Yang Maha Menyembuhkan, aku yakin beliau akan sembuh dari sakitnya dan Allah angkat sakitnya dan ganti dengan kesehatan dan keberkahan…

Takkan pernah mampu membalas dan takkan pernah terbalaskan, rasa cinta, kasih sayang dan perngorbanannya. Senyumannya mampu membuat kebahagian tersendiri, bahkan jika dibandingkan dengan harta dan kekayaan, senyum dan kebahagian beliau tetap memiliki tingkat tertinggi di sisiku.

Bidadariku di dunia, salah satu kunci surgaku, pelangi hidupku…

Cepat sembuh Ibu, aku merindukan kecerianmu…

Love u so…

GN1, 25042012

nikmat kasih sayang, nikmat kebersamaan…

Posted in personal, umum on 15 March 2012 by untukraia

Pagi ini seperti biasanya saya mengantar istri menuju kantornya di wilayah Pejaten, jalur yg biasa dan rutin kami lewati ialah Bintaro – Pondok Indah – H.Nawi – Kemang – tembus di Pejaten. Pagi terlihat sangat cerah, tak seperti biasanya cuaca mendung yg selalu menyelimuti Jakarta dan sekitarnya.

Kesombongan kota Jakarta, kesemrawutan lalu lintasnya tak membuat orang – orang gentar untuk mencari nafkah di jakarta, mengahabiskan waktu di tengah kesemrawutan Jakarta, tak terkecuali Ibu Rohima dan Bapa Tulus.

Disetiap kali aku melintasi Perumahan Elite Pondok Indah dan setiap itu pula aku melihat sesosok wanita tua yg selalu setia mendampingi laki-laki tua dengan gerobak lusuh berisikan “penggilesan” sebuah papan kayu yg berundak-undak seperti sirkuit motorcross yg berfungsi untuk mencuci pakaian, dahulu alat tersebut sebagai “most of priority” bagi kaum ibu untuk mencuci pakaian sebelum ada mesin cuci seperti sekarang ini.

Setiap hari kedua orang tua itu “mangkal” dilokasi yg sama, didepan sebuah rumah yg sangat mewah di kawasan Pondok Indah, tanpa payung sebagai pelindung dari teriknya mentari bahkan tanpa alas apapun untuk mereka duduk atau sekedar meluruskan kaki-kaki tua mereka, hanya sebuah trotoar berlumut tempat mereka menyandarkan kaki-kaki tua mereka. Setiap kali ku melintas tiap itu pula hati ku bertanya “apa yg diharapkan oleh orang tua tersebut ?” menjual sebuah “penggilesan” di wilayah elite yg notabene tidak mungkin ada yg membeli alat tersebut kecuali hanya untuk berbelas asih, kenapa orang tua itu tidak berjualan di pasar tradisonal yg kemungkinan besar ada pembelinya, Hal-hal yg selalu muncul didalam hati ku ketika melintas didepan mereka, itu yg selalu kurasakan sebulan belakangan ini, karena memang sudah lebih dari sebulan rasanya saya menyaksikan orang tua tersebut di kelilingi bangunan-bangunan angkuh nan sombong yg tak pernah terbuka pintunya apalagi jendela-jendela mereka.

Pagi ini setelah kuantarkan istriku ke tempatnya bekerja, aku kembali pulang melalui route yg sama, melewati “keangkuhan” bangunan-bangunan P.I hanya untuk menjumpai kedua orang tua tersebut dan bermaksud menanyakan tujuan mereka berjualan “penggilesan” di wilayah elite tersebut, sampai lah aku di P.I di tempat orang tua itu berjualan, kuparkir motor ku tepat disamping gerobak lusuh berisi “penggilesan”.

“Assalamualaikum” kubuka salam untuk mereka sebagai rasa hormat saya kepada orang tua, “Wa’alaikumsalam” sambut orang tua tersebut dengan senyum tulus diwajahnya, tidak tampak kesulitan yg mungkin ia rasakan, hanya wajah ikhlas yg nampak dari mereka, “Berapa harga penggilesan ini Ibu/bapa?” sambung saya sambil membuka pembicaraan ke tahap yg lebih dalam, “25 ribu aja nak” Ibu tersebut menjawab pertanyaan ku, tanpa bermaksud basa-basi akhirnya saya langsung menanyakan apa yang tiap kali terlintas didalam hati, “maaf Ibu dan Bapa, kalo saya boleh tau kenapa Ibu dan Bapa berjualan ditempat ini”, hanya senyum yg muncul dari mereka, hal tersebut semakin membuat penasaran saya, “kenapa ibu tersenyum” sambung ku sambil  melepas senyum kecil sebagai jawaban dari senyum mereka, “memangnya kenapa nak?” kali ini bapa tua ini bertanya kepadaku, “maaf sebelumnya, kalo saya boleh tau nama Ibu dan Bapa Siapa ya?”, lepas ku bertanya nama mereka, agar suasana lebih cair, “ Saya Rohimah, dan Bapa Tulus” jawab Ibu tua dengan lembut, ” mohon maaf lagi Ibu – Bapa, ini kan perumahan mewah, apa tidak sebaiknya Bapa dan Ibu berjualan di pasar tradisional?” sambungku sambil melepas penasaran ku, “apakah kau pernah mengetahui dimana Tuhan menurunkan rejeki untukmu?” pertanyaan yg penuh dengan makna di lemparkan kepadaku, “tidak tau Pa” jawabku singkat kepada Bapa tua, “itulah satu hal yg kita tidak pernah tau selain jodoh dan kematian dari setiap anak manusia” jawab Bapa tua itu dengan bijak kepadaku “kami hanya berusaha menjemput rejeki untuk kami , karena kami percaya setiap jengkal bumi ini milik Allah dan pastinya akan ada rejeki disetiap jengkal bumi ini jika kami mau berusaha” jawaban yg sangat singkat dan penuh dengan pelajaran, sulit untuk ku menyangkal, padahal sudah terbersit pertanyaan selanjutnya didalam hatiku mengenai “rejeki” tersebut, “jika dagangan kami belum laku hari ini, setidaknya Allah sudah memberikan nikmat yg sangat amat penting buat kami” dengan cepat Ibu Rohima menambahkan pembicaraan, “kalo saya boleh tau nikmat apa Bu?” dengan cepat saya melempar pertanyaan kepada Ibu Rohima, “nikmat kasih sayang, nikmat kebersamaan” dengan lembut Ibu Rohima menjawab pertanyaanku, “Subhanallah” jawabku terbengong tanpa sadar menyimak jawaban Ibu Rohima, “terima kasih Bapa dan Ibu saya beli satu penggilesan ini” segeraku mengakhiri perbincangan dengan Bapa dan Ibu yg penuh dengan rasa syukur dan pandai mensyukuri nikmat, “sekali lagi terima kasih untuk pelajaran yg Ibu dan Bapa berikan kepada saya dipagi ini” sekali lagi ku menutup perbincangan dengan mereka sambil bergegas menyalakan motorku, “Assalamualaikum” salam ku untuk mereka, “Wa’alaikumsalam” jawab mereka dengan penuh senyum ikhlas.

Satu pelajaran yg kudapatkan dari sosok – sosok tua yg pandai mensyukuri nikmat, rasa penasaran ku terhadap mereka terjawab.

“nikmat kasih sayang, nikmat kebersamaan” sebuah nikmat yg banyak orang lupakan terutama pasangan suami – istri. Inilah pelajaran yg bisa kupetik dari indah ny pagi ini.

GN1, 15032012

Profesionalisme Ibu Rumah Tangga…

Posted in umum on 18 February 2012 by untukraia

Luhur sekali cita-cita istriku saat ini, tidak pernah ku memerintahkan apalagi memaksa ia untuk beralih profesi, tapi memang atas kesadarannya sendiri dan atas rasa cinta dan kasih sayangnya yg luar biasa untuk buah hati kami Almira Latiifa, menjadi Ibu Rumah Tangga adalah profesi yg ia pilih saat ini, sebuah profesionalisme yg sudah banyak ditinggalkan oleh banyak wanita di jaman yg dewasa ini. kenapa saya menyebut sebuah profesionalime untuk Ibu Rumah Tangga? karena saya melihat kemulian yang luar biasa yg ada dibalik profesi ‘Ibu Rumah Tangga’.  semakin banyak orang menganggap enteng profesi ini, bahkan meremehkannya. padahal dibalik semua itu teramat banyak sekali kemulian yg didapatkan oleh Ibu Rumah Tangga, salah satunya adalah setiap tetes keringatnya untuk keluarga akan diganjar dengan pahala.
beberapa anggapan yang menganggap Ibu Rumah Tangga adalah sebuah profesi yg kuno, rendahan, tidak memiliki pendidikan yg tinggi, tidak sedikit anggapan yg beredar di masyarakat modern saat ini tentang hal itu, padahal jika mau dilihat dengan hati, profesi Ibu Rumah Tangga merupakan profesi yg sangat amat menjunjung sebuah profesionalisme diantara profesi-profesi yg wanita jalani dewasa sekarang ini. sebut saja mendidik anak (meskipun mendidik anak bukan 100 % dihandle oleh istri melainkan kerjasama antara suami dan istri, perlu diketahui madrasah pertama adalah ibu), apa jadinya jika anak yg didik oleh seorang ibu yg tidak memiliki profesionalisme yg tinggi, sudah pasti anak tersebut akan menjadi kurang ahlaknya ( saya anggap ahlak adalah ilmu yg tinggi dari pada sekedar ilmu matematika atau sains lainnya ). pernahkah kau melihat seorang anak yg merasa iri terhadap anak lainnya yg jika pergi sekolah mereka diantar oleh orang tuanya, bergandengan sambil menyalurkan energi kasih sayang melalui setiap genggaman jari jemarinya, belaian lembut tangannya. bayangkan jika anak kita diantar oleh seorang pembantu atau supir, bisa ditebak, pasti mereka amat sangat iri dengan kondisi seperti itu, sebaik-baiknya kasih sayang pembantu tetap kasih sayang seorang ibu tidak pernah terganti dan tidak ada tandingannya.
maka dengan kemulian yg ada dibalik profesi Ibu Rumah Tangga, saya sebagai suami sangat amat mendukung keputusan istriku, meskipun banyak orang yg mempertanyakan keputusan istriku, dengan alasan penghasilan ataupun kecukupan untuk kebutuhan Rumah Tangga, dengan rasa syukur saya terhadap apa yang Allah SWT berikan kepadaku dan keluargaku aku tidak akan pernah takut akan kecukupan keluargaku, karena saya sangat percaya atas rejeki yg Allah SWT tetapkan untukku dan keluargaku, karena Sesungguhnya Allah SWT Yang Maha Mencukupi, seperti janji Allah SWT, sbb ;

“lainsyakartum laaziidannakum walainkarfartum inna ‘adzaabii lasyadid”

“jika kalian bersyukur pasti akan Aku tambah ni’mat-Ku padamu
tetapi jika kalian kufur sesungguhnya adzab-Ku amat pedih”. (QS 14:7).

Untuk istriku dan para Ibu, jangan pernah takut akan kecukupan yang Allah SWT berikan kepada kita, selagi kita pandai mensyukuri setiap nikmat-NYA, sesuai dengan janji Allah SWT pada ayat tersebut diatas.

Saya menulis ini bukan karena saya tidak mendukung kaum istri untuk bekerja, melainkan sebaliknya, saya sangat mendukung para istri untuk bekerja. ini hanya sekedar catatan untuk saya dan istri, juga untuk para istri yg masih ragu akan keputusannya untuk menjadi seorang Ibu Rumah Tangga, jangan pernah ragu karena Ibu Rumah Tangga merupakan suatu profesi yg MULIA.

GN1, 17022012